Oleh 1AD4
Dampak Kafein terhadap Kesehatan Jantung Mahasisawa
Kafein, senyawa aktif yang banyak ditemukan dalam kopi, ternyata menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan jantung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rasyidah dan koleganya, kafein bekerja melalui beberapa mekanisme yang secara langsung memberikan efek positif pada sistem kardiovaskular.
Pertama, kafein mampu meningkatkan pelepasan oksida nitrat endotel. Zat ini berperan penting dalam melebarkan pembuluh darah, sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah dapat terkontrol dengan baik.
Kedua, kafein membantu menurunkan regulasi lipogenesis atau proses pembentukan lemak dalam tubuh. Dengan berkurangnya pembentukan lemak, risiko penumpukan plak di pembuluh darah jantung pun ikut menurun.
Ketiga, kafein memiliki sifat antioksidan yang melindungi sel-sel jantung dari kerusakan akibat radikal bebas. Perlindungan ini penting untuk menjaga fungsi jantung tetap optimal sering bertambahnya usia.
Dari berbagai mekanisme tersebut, penelitian menyimpulkan bahwa kopi memberikan manfaat positif pada sistem kardiovaskular dan dapat mengurangi risiko kejadian penyakit jantung.
Temuan ini semakin diperkuat oleh beberapa penelitian lain. Chieng (2022) dalam studinya menemukan bahwa konsumsi kopi berhubungan dengan penurunan kejadian aritmia (gangguan irama jantung). Risiko terendah justru ditemukan padamereka yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi per hari.
Kim (2021) juga melaporkan hal serupa. Konsumsi kopi sebanyak 2-4 cangkir per hari memberikan efek positif berupa berkurangnya angka kematian akibat penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali.
Menariknya, risiko kematian kardiovaskular terendah tercatat pada konsumsi 1 cangkir per hari. Dengan berbagai bukti ilmiah tersebut, dapat disimpulkan bahwa kopi (dengan takaran yang tepat) bukanlah musuh bagi jantung. Justru, minuman ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan kardiovaskular.
Meskipun kopi sering menjadi minuman pilihan mahasiswa dalam menghadapi tugas dan begadang, kafein yang terkandung di dalamnya tetap memiliki sisi gelap yang perlu diwaspadai. Terutama bila dikonsumsi berlebihan atau tanpa memperhatikan kondisi tubuh masing‑masing.
Pertama, konsumsi kafein yang terlalu sering dapat menyebabkan gangguan tidur. Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di otak yang bertugas memberi sinyal lelah. Mahasiswa yang mengonsumsi kopi di malam hari dapat mengalami kesulitan tidur (insomnia), yang berujung pada penurunan kualitas tidur REM (Rapid Eye Movement).
Kedua, konsumsi kafein yang terlalu tinggi dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular. Kagathara, seorang mahasiswa kedokteran di India, menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, bahkan pada individu yang sebelumnya sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa kafein tidak hanya berfungsi sebagai pengurang rasa kantuk, tetapi juga faktor risiko yang sering diabaikan dalam meningkatnya kasus tekanan darah tinggi.
Ketiga, kafein dapat memicu peningkatan frekuensi denyut jantung. Hal ini terjadi karena kafein merangsang pelepasan adrenalin dari kelenjar adrenal. Lonjakan hormon ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan lebih kuat, sehingga pada beberapa orang dapat menimbulkan sensasi berdebar atau palpitasi. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat meningkatkan tekanan darah dalam waktu singkat setelah diminum, terutama pada individu yang sensitif
terhadap kafein. Pada kalangan mahasiswa, efek ini semakin terasa karena pola konsumsi kopi yang tidak teratur. Banyak mahasiswa mengonsumsi kopi saat begadang, saat stres, atau bahkan saat tubuh sudah kelelahan. Kombinasi faktor‑faktor ini yang kemudian dapat memperberat kerja jantung.
Sumber
Rasyidah, U. M., Santosa, W. N., Dahliana, A., Aditya, D. M.
N., & Wawan, A. H. H. (2024). KONSUMSI KOPI
MENURUNKAN RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KARDIOV
ASKULAR.
Kim EJ, Hoffmann TJ, Nah G, Vittinghoff E, Delling F,
Marcus GM. Coffee Consumption and Incident
Tachyarrhythmias: Reported Behavior, Mendelian
Randomization, and Their Interactions. JAMA Intern
Med. 2021 Sep;181(9):1185–93.
Chieng D, Canovas R, Segan L, Sugumar H, Voskoboinik
A, Prabhu S, et al. Effects of Habitual Coffee
Consumption on Incident Cardiovascular Disease,
Arrhythmia, and Mortality: Findings From Uk Biobank. J
Am Coll Cardiol. 2022;79(9):1455.
Komentar
Posting Komentar