Penyakit jantung kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 17,9 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular setiap tahun.14,4 % angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Indonesia dipicu oleh konstribusi pola makan yang buruk.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penyakit jantung pada usia muda, termasuk rentang 20–30 tahun, mengalami peningkatan. Gaya hidup modern seperti konsumsi makanan cepat saji tinggi natrium dan lemak trans, kebiasaan begadang, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang memicu kondisi tersebut. Jika tidak diantisipasi sejak dini, jantung bisa “protes” melalui berbagai gangguan kesehatan yang serius.
Efek Pola Makan Sehat
Pembuluh darah bersih : Aliran darah lancar tanpa hambatan plak lemak / kolesterol.
Tekanan darah stabil : Jantung tidak perlu bekerja ekstra keras untuk memompa darah.
Energi Optimal : Nutrisi yang tepat membuat tubuh lebih bugar dan tidak mudah lelah.
Efek Pola Makan Buruk
Penyumbatan : Adanya penumpukan lemak jahat yang mempersempit pembuluh darah.
Hipertensi : Tekanan darah tinggi akibat konsumsi garam berlebih yang merusak dinsing arteri.
Risiko Gagal Jantung : Otot jantung melemah karena terus menerus dipaksa bekerja di bawah tekanan tinggi.
Ada 2 jenis faktor risiko penyakit jantung, yaitu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, merokok, diabetes, kelebihan berat badan atau obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat dan stres. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dan ras.
Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah pola makan. Berikut ini beberapa tips pola makan yang sehat untuk menjaga kesehatan jantung :
Konsumsi makanan yang kaya serat seperti buah dan sayur. Setiap kenaikan konsumsi 10 gram serat per hari, dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 14% dan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 27%.
Kurangi pemakaian garam pada masakan. Konsumsi natrium lebih dari 2000 mg (1 sendok teh garam) per orang per hari akan meningkatkan risiko serangan jantung. Risiko penyakit jantung meningkat hingga 6% untuk setiap 1 gram peningkatan asupan natrium dari maKurangi
Konsumsi ikan minimal dua kali dalam seminggu (tidak digoreng). Peningkatan konsumsi ikan dianjurkan untuk meningkatkan asupan asam lemak omega-3 yang memberikan manfaat bagi pengurangan risiko penyakit jantung.
Kurangi konsumsi lemak jenuh. Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan mengganti lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh dapat menurunkan LDL (kolesterol jahat) dalam darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. Contoh sumber lemak jenuh adalah keju, mentega, lemak hewan (gajih), jerohan, sosis, iga, pizza, burger, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit.
Kesimpulanya, jantung merupakan salah satu organ tubuh vital yang harus dijaga kesehatannya. Salah satu cara menjaga kesehatan jantung adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat, diantaranya dengan mengkonsumsi makanan yang kaya serat, mengurangi konsumsi garam/natrium, sering mengkonsumsi ikan dan mengurangi konsumsi lemak jenuh.
Komentar
Posting Komentar